Latest Updates

Love Security

Love Security

BAB 2 “TRUE IDENTITY”
“Ah..” aku tersenyum kecut begitu melihat tanda identitas diri dalan dompet Andi. Ada foto Andi disitu. Dan juga lencana ‘polisi’. Andi Sheet. Jabatan: Inspektur Polisi
“Dia detektif...” aku diam sambil memandangi foto Andi. Lahir tahun 1985. Kenapa aku malah melihat tahun kelahirannya? Dia kan hanya Security yang lagi ngetrend di sekolahku yang kacau ini. Tidak mungkin.
Andi merogoh sakunya. Dia agak bingung karena tidak menemukan yang dia cari. Dia mencari disemua lubang sakunya.
“Kenapa Andi?” tanya Pak Hendro seorang senior security di sekolahku.
“Dompetku tidak ada pak.” Andi kelihatan tegang dan bingung.
“Hilang ya? Wah bahaya itu. Gawat kalau duitmu banyak dan ditemukan anak-anak. Pasti diambil ludes sama mereka.” Ujar Pak Hendro.
“Masa sekolah elit begini masih doyan sama dompet jatuh? Tapi bukan itu yang aku khawatirkan.” Andi teringat sesuatu yang terjadi barusan. “Mungkin jatuh disana.” Andi langsung berlari dengan cepat.
“Oh sudah ingat ya.” Gumam Pak Hendro santai.
Aku tersadar dari lamunanku begitu merasakan langkah kaki yang berlari ke arahku. Aku menutup dompet Andi sambil menghela nafas. Sebaiknya apa yang harus aku lakukan sekarang.
“Gawat.” Gumam Andi dengan nafas terengal-sengal.”Mita!” Andi menegurku.
“Iya.” Jawabku spontan.”Darimana kau tahu namaku?” tanyaku dengan nada datar.
“Kau melihat dompetku?” tanya Andi tanpa menjawab pertanyaanku.
“Iya.” Aku segera berdiri dan menghampiri Andi. Aku menyodorkan dompet Andi.
Andi menerimanya.
“Aku yakin kau sudah melihatnya. Jadi bisakah kau merahasiakan ini dari siapapun?”
“Iya aku sudah melihatnya. Fotomu waktu muda lumayan juga.” Aku masih datar-datar saja tanpa emosi.
“Maksudku bukan itu.” Andi nampak kesal.
“Iya aku tahu.” Jawabku dengan nada yang sama.
“Sebaiknya kau jangan pura-pura bodoh Mita. Apapun yang kau lakukan sekarang menjadi ancaman bagiku. Dan juga itu akan berbahaya bagimu karena sudah mengetahui identitasku. Atau kau ingin pura-pura tidak tahu. Itu juga boleh kalau itu lebih baik.” Andi sepertinya tidak suka dengan sikapku.
Aku tidak percaya aku mengetahui rahasia si security sekolah. Padahal kemarin aku hampir putus asa karena sejengkal pun tak bisa mendekat padanya. Lalu kejadian ajaib ini terjadi padaku. Tuhan tahu mana hambanya yang butuh pertolongan. Ini adalah rahasia yang manis. Tapi aku tidak boleh lengah. Aku akan tetap jadi Mita yang kemarin marah-marah padanya. Aku juga hampir tidak percaya Andi tahu namaku. Ini sangat luar biasa.
“Tapi untuk apa ya Andi menyamar jadi security segala? Apa untuk mencari bom itu? Apapun itu dia sangat keren dan hanya aku yang tahu identitas aslinya. Aku akan semakin dekat dengan Andi. Duh senangnya aku.” Aku cengengesan sambil membayangkan hari-hari menyenangkan bersama Andi.
“Tidak biasanya kamu cuek pada pelajaran yang agak full ini, Mit?” tanya Martha heran.
“Iya aku agak sedang hehe.” Aku tidak mau memberitahu Martha sebab musabab yang terjadi padaku.
“Apa?” Martha melihat dengan tambah heran.
“Aku sedang senang.” Jawabku sambil senyum-senyum.
“Sekolah kita akan kena bom kamu malah senang? Padahal kemarin saja kamu sangat prihatin pada sekolah kita. Nanti sore ada pengajian lho di sekolah. Jangan sampai enggak datang.” Ujar Martha.
“Gawat juga kalau pas kita doa bersama bomnya meledak.” Aku menakut-nakuti Martha.
“Kok doamu tidak mengenakkan perasaan sih.” Martha cemberut.”Pokoknya nanti kamu harus datang ya.”
“Iya aku tahu. Kan aku pengen bom itu cepat musnah.” Ujarku.
Beda dengan bayanganku yang berharap akan semakin dekat dengan Andi setelah aku mengetahui identitas Andi. Sekarang aku sama sekali tidak melihat batang hidungnya. Bahkan dia tidak bingung karena aku tahu identitasnya. Biasanya kalau difilm-film dia akan mengancamku macam-macam kan? Tapi kok yang ini beda sekali. Bahkan sampai pulang sekolah pun dia tidak kelihatan.
“Leatin apa sih? Buruan pulang.” Martha menarik tudung jaketku.
“Aduh iya iya.” Aku terpaksa meninggalkan gerbang sekolah. Aku harap Andi ada disitu dan melihatku. Aku sebal dia tidak takut aku membocorkan rahasianya.
Jam lima sore aku sampai di sekolah. Halaman sekolah nampak sepi-sepi saja. Tidak ada seorang muridpun yang berada disekolah ini. Anak-anak kok bisa sih mengabaikan acara pengajian ini. Ya ampun padahal pak ustad sudah siap sedia.
“Masa yang peduli pada nasib sekolah ini hanya aku seorang sih? Martha juga tidak kelihatan.” Aku berjalan ke pos security.
“Rajin sekali sudah datang.”
Aku tidak jadi masuk pos security. Aku membalikkan badan.
“Mencariku ya?” Andi sudah berdiri di depanku.
“Pede sekali.” Aku berjalan melewati Andi.
“Mau bicara denganku. Sepertinya kau bisa jadi partner yang bagus meski sebenarnya itu tidak perlu.” Andi mempermainkanku.
Aku tidak marah. Aku senang bisa bicara dengan Andi lagi.
“Sebaiknya daripada bicara tidak karuan, segeralah temukan bom itu. Tidak perlu lama-lama cosplay di sini.” Aku melirik Andi.
“Merah jambu yang bawel.” Ujar Andi pelan,”Waktu aku muda aku tidak sebawel dirimu. Cosplay katanya. Haha.” Andi senyum-senyum sendiri.
“Kenapa kau tidak mengancam ku untuk tidak menyebarkan identitasmu, Andi?”
“Itu tidak perlu. Karena gadis yang pintar tahu apa yang sebaiknya dilakukan saat seperti ini. Kamu gadis yang pintar kan?”
“Tentu saja.” Aku segera beranjak pergi.
“Manis juga anak itu dengan kerudung merah jambunya. Kasihan sekolahnya harus jadi ladang ranjau.” Gumam Andi sambil mengamati jalanku.
Aku mengambil duduk paling depan. Bebas memilih karena belum seorang pun yang datang. Aku kecewa pada teman-temanku.
“Huft.” Seorang gadis mengambil duduk disebelahku. Dia menepuk bahuku.
“Martha? Kukira kau tidak datang juga.” Ujarku. Martha cantik memakai kerudung biru muda.
“Aku kan peduli dengan sekolah kita. Kalaupun bom itu akan diledakkan hari ini dan kita yang ada disini akan mati. Aku tidak akan menyesal. Setidaknya Tuhan tahu aku mati dalam keadaan yang bersih.”
“Jangan-jangan anak-anak tidak mau datang karena mereka takut bom itu akan diledakkan saat kita pengajian ya?” simpulku.
“Ya mau gimana lagi, mereka semua pengecut kan?” Martha meluruskan kakinya.
“Benar juga. Polisi-polisi itu juga sama sekali tidak membantu. Percuma mereka hanya jalan-jalan saja.” Timpalku.
“Sebegitu bencinya sama polisi ya?”
Andi duduk disebelahku. Dia senyum-senyum dengan santai.
“Heh,Mit.” Martha menarik kerudungku. Dia berbisik ditelingaku.”Sejak kapan kau akrab dengan Andi? Jangan-jangan kalian..”
“Tidak seperti bayanganmu Martha.” Balasku berbisik juga.
“Kalian berbisik membicarakanku ya? Apa kalian malu duduk dengan security?” tanya Andi.
“Ah, tidak bukan begitu.” Aku dengan reflek membantah ucapannya. Dasar bodoh tentu saja aku senang akhirnya kau mau dekat denganku.
“Hm..”
“Hei Andi!” seru Martha.
“Ya?”
“Kau kan masih muda, kenapa malah jadi security?” tanya Martha.
“Karena aku ingin.”
“Dasar pembohong. Kau kan sedang menyamar.” Batinku ikut menjawab.
“Kau kan keren. Lebih cocok jadi model saja. Atau jadi polisi saja.” Ujar Martha.
“Ya boleh juga. Tuh teman-teman kalian sudah datang. Aku harus pergi.” Andi berdiri dan segera pergi.
“Ternyata kau memang suka padanya ya.” Ujar Martha membuyarkan pandanganku ke Andi.
“Sepertinya sedikit benar. Tapi juga sedikit salah. Lupakan itu. Aku akan berdoa dengan sungguh-sungguh.” Aku mengalihkan pembicaraan.
Setelah magrib baru pengajiannya dimulai. Padahal aku sudah dari jam lima disini dengan Martha. Ternyata bukannya anak-anak yang pengecut tapi karena jam terbangnya jam 6. Tapi meski begitu tetap saja yang datang cuma sedikit.
Ditengah-tengah acara aku kebelet pipis. Aku segera keluar dari barisan dan berlari kecil ke toilet. Mana lumayan gelap lagi.
“Ah lega.” Aku membenarkan kerudungku di depan cermin. Sayup-sayup kudengar ada yang bicara diluar toilet. Aku mengendap-endap melihat siapa.
“Cuma sedikit yang datang. Kurasa sekarang bukan waktu yang tepat. Hanya tinggal pencet saja kan? iya iya. Biarkan saja mereka terus mencari. Haha benar-benar.”
Aku melihat seorang laki-laki yang membelakangiku sedang menelpon. Apa dia penjahatnya? Didengar dari percakapannya sepertinya dia membicarakan soal bom. Aku merinding. Gawat ini gawat. Aku harus memberitahu Andi.
“...benar sekali. Aku juga setuju dengan itu. Aku jadi penasaran berapa banyak yang akan mati dalam tragedi ini. Uji coba ini lumayan menyakitkan ya.”
Apa? Teriakku dalam batin. Kejam sekali orang itu. Kalau saja aku bisa melihat wajahnya. Mungkin aku harus lebih dekat.
“Jangan.” Seseorang menarik tanganku.
“Andi?” aku tidak jadi melangkah. Tiba-tiba Andi sudah di sini. Inikan toilet cewek.
“Ayo pergi!” ajak Andi.
Andi membawaku ke kelas depan lab.Fisika. jauh dari toilet dan juga lapangan tempat pengajian yang sedang berlangsung. Andi agak tegang kelihatannya. Aku tidak berani memulai pembicaraan.
“Mita.” Andi memanggilku.
“I,iya.” Aku agak terkejut.
“Apa kau mengenali orang tadi?” tanya Andi.
“Aku hanya melihat punggungnya saja. Kalau melihat bajunya sih kayaknya dia pakai jaket hitam. Lagipula tadi kan gelap.” Jawabku.
“Ini sangat gawat. Dia sudah lama diantara kalian semua. Sulit mencari tahu keberadaannya kalau Cuma lihat punggungnya.” Ujar Andi.
“Ya cari saja orang yang pakai jaket hitam malam ini. Aku akan bantu mencarinya. Lagipula aku sedikit mengenali suaranya.” Ujarku.
“Ide yang bagus. Kemarikan hapemu!”
“Apa?HP?” aku terkejut lagi. Tapi aku segera mengeluarkan hpku dan kuserahkan pada Andi.
Andi mengutak-atik hpku.
“Ini nomorku. Kalau ada apa-apa segera hubungi aku.” Andi mengembalikan hpku.
“A,a baik.” Aku gemetaran memegang hpku. Aku mendapatkan no hp Andi tanpa aku yang memintanya. Keajaiban yang luar biasa. Sangat hebat bukan?
Aku senyum-senyum sambil berjalan kembali ke tempat pengajian. Aku terlalu senang sampai lupa kalau aku tadi melihat penjahat itu. Meski hanya punggungnya.
Aku jadi sedikit mengesampingkan soal kekacauan sekolah. Aku sedang kasmaran karena no hp. Meski begitu sudah dua hari aku tidak menggunakan no Andi untuk sms atau menelponnya. Mana mungkin aku sms kalau tidak dalam keadaan darurat. Bisa-bisa dia akan menganggapku hanya mengganggu dan tidak tahu diri. Aku tidak boleh membiarkan itu terjadi.
Dukk. Brukk.
“Aduh!” aku terjatuh setelah menabrak seseorang di lorong dekat perpus.
“Ah, maaf. Aku sedang buru-buru.” Orang yang menabrakku berusan membantuku berdiri.
“Iya tidak apa-apa.” Aku membersihkan rokku. Aku mengamati pria tampan ini. Siapa ya?
“Sampai jumpa!” dia segera pergi.
“Dasar aneh.” Ujarku sambil membuang nafas.
Aku hendak melangkah namun sepatuku menginjak sesuatu. Aku mengambil benda yang tak lain adalah sebuah hp. Hp anak tadi? Persis dengan punyaku.
“Eh, tapi hpku tidak ada.” Aku mencari hpku sendiri tapi tidak kutemukan. Kemana hpku? Jangan-jangan tertukar dengan orang tadi.
“Mencari apa?” tanya Andi yang muncul dengan gerombolan cewek-cewek.
“Anu..”
“Ayo Andi cepat! Katanya mau memeriksa ruang musik. Ada bunyi aneh disana. Ayo cepat!!” ujar para kakak kelas yang pada ganjen ini.
“Iya baiklah.” Andi nampak malas.
“Ngapain sih nanggapin anak ini.”
Aku jadi sebal sendiri melihat Andi dikerumuni cewek-cewek itu. Aku juga mau tahu.
“Daripada itu aku harus mencari anak tadi. Atau aku telpon no hpku saja.” Aku punya ide yang cemerlang.
Dengan cepat aku menekan no ku. Tak lama diangkat oleh cowok tadi. Mungkin saja.
“Ah, maaf sepertinya hp kita tertukar ya.” Ujarku memulai.
“Oh, iya. Maaf ya aku salah ambil. Hp kita kan sama bentuknya.” Ujarnya diseberang.
“Mau ketemu dimana?” tanyaku.
“Ah, bisakah kau kemari? Aku sedang di lab. Bahasa.”
“Ya, baiklah. Aku kesana.” Aku menutup telepon.

to be continued...........

Love Security

Love Security

BAB 1 “YOUNG SECURITY”
Akhir-akhir ini banyak kabar miring yang beredar tentang sekolahku, SMA 7 General. Banyak isu yang mengatakan kalau ada penjahat yang menyamar menjadi siswa di sini. Lalu ada juga yang bilang kalau ada BOM di sekolahku ini dan masih banyak lagi. Semua ini membuat aktifitas belajar mengajar menjadi kocar-kacir tidak karuan. Membuat anak-anak yang membandel jadi bersuka cita karena kepanikan dan kelebaiyan para guru dan muridnya sendiri. Aku sendiri sebenarnya tidak terlalu suka dengan keadaan seperti ini. Bagaimana tidak? Susah-susah aku masuk ke sekolah ini dengan perjuangan panjang dan penuh rintangan. Belum juga genap satu semester aku senang disini, muncul banyak gosip aneh yang menyusahkan. Aku benci penyebar gosip seperti orang yang menyebar gosip tentang sekolah tercintaku ini. Payah.
Bukan itu saja yang menyita perhatianku. Namun ada yang lebih menarik dari semua itu. Ini menyangkut perasaan wanita. Dalam kehebohan besar yang melanda sekolahku malah muncul seorang security baru yang menyegarkan mata. Seorang pria muda dengan badan atletis nan gagah perkasa menjelma menjadi satpam baru di sekolahku. Wajahnya yang tampan langsung mengundang banyak pasang mata tertuju padanya. Auranya yang gentlemen sudah mengalahkan para artis boyband korea. Aku  juga gadis normal yang tahu cowok ganteng di depanku ini. Baru kali ini ada security muda di sekolah.
“Andiii!!!!”
Aku oleng disambar angin dari para gadis yang berlari ke arah Andi, security muda yang menggugah selera. Dia menjadi artis dadakan. Huft.
“Andi tolong dong!!!”
“Tadi aku melihat sesuatu di toilet cewek!”
“Ah..iya iya.” Andi menanggapi dengan santai.
Aku hanya bisa melihat dari jauh saja. Sejak dia jadi security baru di sini gosip-gosip itu mulai agak mereda. Tapi tetap saja sekolah dalam kondisi waspada. Masih ada polisi yang datang berkunjung tiap harinya.
Aku segera berjalan pelan masuk kelasku. Ya aku mungkin agak sedikit merasakan kecewa karena aku sama sekali tidak bisa bicara dengan Andi. Padahal aku juga mau seperti gadis-gadis itu yang bisa dengan terang-terangan datang dan mengagumi Andi. Tapi aku tidak bisa jadi seperti mereka. Aku harus konsentrasi pada sekolahku yang kacau ini. Tapi aku memikirkannya.
“Kok bisa sih security baru itu mengalihkan dunia.” Anak-anak cowok di kelas sekarang giliran menggosip.
“Ya, gimana lagi dia kan keren.”
“Tapi masak cewek-cewek ngefans sama dia semua. Kita kan jadi tergeser. Bahkan cewek yang kutaksir pun nyangkut digerombolan fannya.”
“Kalau begini kita tidak boleh membiarkannya. Kita beri peringatan padanya.”
“Ya ya.”
Kenapa situasinya jadi seperti akan melakukan demo saja. Aku hanya bisa geleng-geleng. Bisa-bisanya mereka melupakan gosip BOM yang akan meledak dua minggu lagi itu. Ternyata awalnya saja mereka heboh dan panik pada BOM itu.
“Mereka semua jadi gila karena Andi.” Martha tertawa kecil.
“Demam Andi.” Timpalku.
“Kamu gak ikutan jadi fan Andi, Mit?” tanya Martha.
“Kamu sendiri?” aku mengalihkan pembicaraan. Martha pasti akan menertawakanku kalau kubilang aku naksir Andi juga.
“Aku kan sudah punya pacar jadi tidak mungkin. Kalau kamu tidak apa-apa kan masih jomblo. Lumayan dia kan oke punya.” Ujar Martha.
“.....” aku senyum saja.
Lagi-lagi KBM tidak efektif. Aku benci kalau begini. Dasar BOM sialan.
“Kenapa sekolah jadi seperti kebun binatang begini?” aku mengamati anak-anak yang berkeliaran disaat seharusnya jam pelajaran.
“Jadi binatangnya bisa ngomong ya?”
Aku menoleh. Siapa gerangan yang mendengar unek-unekku.
“Hah?!” aku terperanjat.
“Halo!” sapanya.”Ternyata kamu termasuk binatang yang pintar ya mau ke perpustakaan.” Ujar Andi.
Aku menjadi kaku-kaku. Bukan karena aku dibilang binatang tapi karena Andi. Dia bicara padaku. Tanpa aku harus bergerombol menyerbunya di pos depan.
“Kenapa diam saja? Kau marah ya?” ujar Andi lagi.
“Ah, apa?” aku tersadar.”Kau kan harus berjaga kenapa malah ada di perpus?” ujarku dengan nada kesal padahal aku senang sekali bisa bicara dengan Andi.
“Sttsst. Jangan keras-keras! Kalau ketahuan nanti aku dimarahi Pak Hamdan.”
“Jadi kau sedang bolos kerja ya?” ujarku tambah keras.
Andi membungkam mulutku.
“Diamlah anak manis. Aku tidak sedang bolos. Kalau kau diam aku akan memberimu permen. Aduh..”
Aku menggigit jari Andi.
“Permen katamu? Aku ini sudah besar aku tidak level dengan permen.” Aku mengancam
“Dasar anak ini. Dia gigit pakai taring apa ya.” Batin Andi kesakitan.
“Daripada kau bolos kerja lebih baik bantu para polisi untuk menemukan Bom sialan itu agar aku bisa cepat belajar seperti sedia kala.” Ujarku dengan ekspresi kecewa padahal dalam hati aku senang bisa begini dengan Andi.
Andi tidak membalas perkataanku. Dia terdiam. Mungkin dia menyadari kesalahannya.
“Maaf ya aku memang hanya security.” Andi nampak lesu.
“Aku sudah keterlaluan.” Batinku agak menyesal. Tapi beda sekali dengan ucapan mulutku, “Dasar security tidak berguna. Kerjanya sama sekali tidak becus. Tiap hari hanya menggoda para siswi. Kesana kemari memamerkan tampang! Kau kan bukan artis!”
Entah bagaimana aku bisa merangkai kata-kata sekejam itu. Tak kusangka bisa-bisanya hati dan mulutku bicara berlainan. Ah sudahlah mungkin aku terlalu senang dengan semua ini. Pada dasarnya aku memang payah dalam hal beginian.
Aku mengambil tasku dan segera meninggalkan Andi yang masih terdiam terpaku sambil memandang kepergianku.
“Drztt Drztt Drztt Drztt.” Andi mengambil hp di saku celananya. Dilihat siapa yang memanggil dan diangkatnya dengan malas.
“Andiiiiii!!!!” suara dari seberang sana yang menelpon. Andi menjauhkan hp dari telinganya.
“Tidak perlu berteriak-teriak kan?” ujar Andi.
“Bagaimana aku tidak teriak-teriak. Kau sama sekali tidak melapor perkembangan penyelidikan ini. Waktumu tidak banyak disitu. Segera temukan dan hancurkan. Keselamatan semua tergantung padamu dan juga nama baik lembaga kita.”
“Tut Tut Tut Tut Tut Tut.”
Andi tidak bereaksi apa-apa. Dia menghela nafas sambil memasukkan kembali hpnya ke dalam saku celananya.
“Apanya yang mau ditemukan. Belum ada apa-apa disini.”gumam Andi sendiri.
Aku menyesal. Aku menyesal. Aku menyesal. Ribuan kalipun aku mengatakannya itu tidak akan mengubah apa yang sudah kulontarkan pada Andi di perpus tadi. Kesan pertama yang sangat buruk. Aku tidak mau membayangkan kesan kedua. Aku juga terlalu berlebihan kenapa malah marah pada security sekolah. Mencari Bom itu kan tugas para polisi dan teman-temannya. Sebaiknya kulupakan saja semua. Pulang saja.
Keesokan paginya aku tidak berani lewat gerbang depan. Aku tidak mau melihat ataupun terlihat oleh Andi. Meski awalnya juga aku tidak bisa kelihatan olehnya. Sekali-kali aku mau menjadi murid nakal saja. Kayaknya asik juga kalau melompat pagar.
Aku tengak-tengok  kanan kiri. Aman. Aku langsung melempar tasku duluan. Kemudian aku segera naik pagar tembok yang tidak terlalu tinggi ini.
“Huft.” Aku mendarat dengan aman. “Lumayan juga untuk pemula seperti aku.”
“Ya lumayan juga. Merah jambu!”
“Apa?!” aku menoleh dan sudah ada Andi yang berdiri sambil menenteng tasku. Aku berkeringat dingin. Dia juga bilang merah jambu. Kurang ajar dia melihatnya.
“Tidak bisa lewat jalan biasa ya? Tidak pernah sekolah ya?”
“Sial aku tidak bisa membalasnya.” Batinku menggerutu. Aku menggigit bibirku sambil melototi Andi.
“Diam artinya benar.” andi tersenyum licik. Dia membalasku. Niatku mau menghindarinya malah ketemu di sini.
“Itu urusanku. Jangan menceramahiku! Kembalikan tasku!” mintaku.
“Tidak akan kukembalikan. Lagipula disaat sekolahmu sedang bahaya begini seharusnya kau belajar dengan baik dan berusaha tetap pada jalan yang benar. bagaimana kalau ini terakhir kalinya kau belajar di sekolahmu ini.”
“Kalau itu yang terjadi maka orang pertama yang perlu disalahkan adalah kau!” aku berlari kearah Andi. Aku pakai cara kasar saja. Aku mengepalkan tanganku. Aku akan memukulnya dengan kuat.
“Eh?” Andi menangkap tanganku.”Gadis kecil mau melawan Security.” Andi menahan tanganku ke balik badanku.
“Aw aw aw..” aku meringis kesakitan.
“Belajar sopan santun itu lebih baik untukmu.” Ujarnya berbisik di dekat telingaku.
Aku tidak pernah menduga akan terjadi hal seperti ini. Aku langsung lemas begitu Andi melepaskan tanganku. Aku terduduk dirumput-rumput sambil membisu.
“Dah Mita. Akan kubawakan bom itu khusus untukmu.” Andi tersenyum sembari meninggalkanku.
Dia gentleman. Dia memegang tanganku. Berbisik ditelingaku. Ini kepahitan awal yang indah. Meski Andi berpikir buruk tentangku.
“Huft payah.” Aku mengambil tasku. Tidak kusangka dia tahu namaku.“Eh?” aku menemukan sesuatu dibawah tasku. Dompet. Aku tolah toleh tidak ada orang. Mungkin dompet Andi. Aku tersenyum usil dan tanganku mulai membuka dompet itu. Pelan-pelan.

to be continued......

Ketika Cinta Bercabang

Ketika Cinta Bercabang
Haloo minna-san.... 

Topik yang aku ambil ini mungkin terlalu berlebihan, namun ini kerap kali menjadi dilema yang berkepanjangan bagi perempuan. Ketika cinta bercabang? Ya itu membuat risau dan gelisah hati.

Ketika kamu menyatakan satu cinta dan bersumpah pada dirimu sendiri bahwa kamu akan mencintai seorang saja. Dan pada saat itulah cinta yang kamu agungkan mulai bercabang. Muncul seseorang dalam hidup kalian berdua, bukan berarti yang datang lebih atau bagaimana. Cinta tak mengenal demikian.

Dia datang tanpa kamu minta. Dia membuatmu lebih nyaman dan memberikan perhatian lebih. Namun kamu masih bisa mengendalikan dirimu bahwa kamu telah memilih kekasihmu. Dan kamu bukan tipe yang habis manis sepah dibuang. Kamu hanya ingin ada satu di matamu. Namun kamu tidak akan bisa menyangkal bahwa hatimu telah bercabang. Hatimu terbagi dan cintamu terbagi.

Namun kamu terus menekan perasaan itu dengan mengatakan bahwa "aku ingin setia". Tapi sampai kapan hal ini bisa kamu simpan. Dan tentu saja kamu tidak mau namanya yang menjamah "perselingkuhan". Itu buruk dan sama sekali tidak bermanfaat. 

Tidak masalah jika cintamu mulai bercabang. Hanya saja jangan sampai kamu menyakiti semuanya. Cinta memang tidak harus memiliki. Cinta tidak harus kamu dan dia bersama. Cinta yang tulus akan berkata "jika dia bahagia aku pun bahagia."

Sampai kapanpun jangan sampai kamu bermain dengan perselingkuhan, meski hanya sekedar pacaran itu akan berdampak pada kehidupan pernikahan kelak. Cobalah setia dan menerima dia yang sedang bersamamu.

ok keep spirit...

True Love

True Love
Yups siapa sih yang gak mau cinta yang sejati. Cinta yang benar-benar tulus bukan karena materi atau yang lainnya. Cinta yang memang karena aku suka dan dia suka. Cinta yang buat kamu deg-degan saat di dekatnya, bukan deg-degan lihat isi dompetnya. Yah kalau itu cewek matre namanya. Sayangnya sama dompetnya, tampang urusan belakangan.

Apalagi usia muda yang penuh dengan tantangan dan rintangan. Cewek melihat cowok itu pertama dari kendaraan, dompet, baru deh tampangnya. Tidak dipungkiri sekarang true love itu limited edition, meski ada juga yang masih mempertahankan prinsip itu. Dan itu semua tidaklah mudah. Tahukah kamu cinta yang didasari karena materi dan posisi tidak akan bertahan lama. Dan jangan pula kau gunakan cinta terpaksa karena itu menyakitkan salah satu pihak yang memberimu cinta yang tulus.
"Aku mencintaimu maka aku membutuhkanmu, bukan aku membutuhkanmu makanya aku cinta kamu"
atau "Cinta karena dasi akan cepat basi" aku baru saja lihat kata-kata ini. Begitu aku membaca kata-kata ini membuat pengen senyum-senyum.

Yang pasti pilihlah cewek yang baik dan cowok yang baik pula. Karena pada dasarnya "Good Girl for Good Boy" dan kebalikannya.

So let's find it...your true love

Waktu-waktu wanita terlihat aslinya

Waktu-waktu wanita terlihat aslinya
Pagi yang dingin dan aku kepikiran sesuatu. Tentu saja tentang wanita karena namaku Shinju. Dan aku ingin berbagi ini dengan siapapun.

Wanita adalah makhluk Tuhan yang mendapat kategori cantik. Meski ada juga laki-laki yang cantik. Biarkanlah soal itu. Yang mau aku bahas adalah women.

Melihat cewek yang cantik karena make up itu sudah biasa. Cewek cantik itu kan punya kriteria masing-masing tergantung bagaimana orang melihatnya apalagi kalau yang melihat itu seorang laki-laki. Beda lagi dari sudut pandang penglihatan wanita pada wanita.

Tapi tahukan kamu bisa melihat kecantikan wanita yang sesungguhnya disaat-saat yang tidak pernah kau duga. Kecantikan yang muncul secara alami tanpa embel-embel apapun. Nah kapan saja waktu - waktu itu.

Time for hide :
  • Bangun tidur
Kenapa aku bilang waktu bangun tidur cewek itu cantiknya asli. Ya karena waktu itulah mereka tidak pura-pura dan menjadi diri sendiri. Namun itulah dia yang sesungguhnya.
  • Marah
Dan kalau ini aku mengambil dari beberapa kesimpulan percakapan. Sering ada laki-laki yang menggoda cewek dengan mengatakan "kamu tambah cantik kalau marah say ". Sering dengarkan candaan itu. Sebenarnya memang benar disaat marah wanita menunjukkan dirinya yang sebenarnya. Seperti halnya ketika bangun tidur.
  • Menangis
Biasanya waktu menangis, wanita akan lebih memilih sendiri di kamar. Karena mereka akan terlihat jelek kalau sedang mengeluarkan air mata. Saking malunya maka dia tidak mau sampai terlihat siapapun.


So..be your self girl

Air mata perempuan

Air mata perempuan
Aku perempuan dan aku punya air mata. Yah laki-laki juga punya air mata. Tapi yang sekarang mau aku bahas adalah air mata seorang perempuan. Perempuan lebih banyak menangis daripada seorang laki-laki. Itu karena perempuan punya perasaan yang lebih tipis dari laki-laki. Perempuan lebih sensitif dan mudah terharu. Yah itulah perempuan, mereka terbuat dari tulang rusuk yang bengkong.

Sekarang aku ingin menggolongkan beberapa jenis air mata yang cewek keluarkan karena menangis. Apa aja ya.

Jenis-Jenis air mata perempuan :
  • Air mata bahagia : air mata yang keluar karena bahagia akan suatu hal hingga membuatnya keluar dengan sendirinya. Misal, juara, sembuh dari sakit, bertemu dengan kekasih yang sudah lama terpisah.
  • Air mata terharu : air mata yang keluar karena melihat suatu ketakjuban. Misal, film yang mengharukan, mendapat pernyataan cinta.
  • Air mata duka : ini dia air mata yang sering kaum hawa keluarkan. Banyak menerima hal sedih dan menyakiti hati akan memicu air mata duka ini. Misal, mendapat musibah, keluarga ada yang meninggal, dan biasanya yang anak remaja sering terjadi yaitu putus.'
  • Air mata buaya : air mata yang keluar karena terpaksa. 
Namun tidak hanya itu saja. Air mata yang paling indah adalah jika kita menangis karena Allah. Menangislah karena Tuhanmu, dan berdoa dengan menangis itu dapat membuat hati menjadi lebih baik dan damai. Mengeluarkan air mata itu perlu dilakukan juga kalau dilihat dari segi kesehatan.

So crying is not bad. Jangan malu untuk menangis

Hubungan jarak jauh...

Hubungan jarak jauh...
Aku kembali karena namaku Shinju.

Hubungan jarak jauh atau long distance, bahasa kerennya kalau orang pacaran banyak juga yang mengalaminya. Dan tidak sedikit yang pro dan kontra soal cara pacaran ini. Kurang tepat kalau disebut cara ya habisnya kan hubungan dikatakan jarak jauh jika pacarannya dengan orang yang rumahnya jauh dari kita bahkan sangat jauh yang membuat tidak bisa bertemu setiap hari.

Apa saja sih suka dukanya menjalani hubungan jarak jauh?

Sukanya :

  • Bisa berkangen-kangen ria, karena gak bosan tiap hari ketemu.
  • Hubungan penuh makna, bahkan hanya dengan mengetahui kabarnya lewat sms saja membuat perasaan tenang dan bahagia.
  • Menjauhkan diri dari perbuatan tidak benar (anak muda zaman sekarang tahulah bagaimana kalau berpacaran)


Dukanya :

  • Semisal operator sedang trouble, puh ini yang bikin nyesek deh. Hal paling tidak mengenakkan(harus cari operator yang mendukung hubungan kalian ya).
  • Resiko selingkuh, jika pacarmu nakal ya siap-siaplah hal demikian bisa saja terjadi. Kesetian lah yang paling penting.
  • Bagi kamu yang suka having fun atau jalan-jalan bakal merasa jenuh dan bosan jika punya pacar jarak jauh. Bisa untuk memicu main serong tuh.
Yah masih banyak lagi kalau mau dijabarkan lagi. Yang penting dalam menjalin sebuah hubungan adalah kesetiaan dan cinta yang tulus. Jika itu murni karena Allah SWT maka dijamin akan lancar sampai jenjang yang lebih tinggi. Kita doakan semua yang punya pacar jauh di mata bisa saling mengerti satu sama lain.

Keep spirit girl..

Yang paling setia buat cewek

Yang paling setia buat cewek
Hola, Shinju di sini.

Seperti yang kalian tahu aku cewek. Tidak masalah yang baca cewek atau cowok. Aku ingin kalian tahu tentang "yang paling setia buat cewek". Penasaran bukan?

Mungkin sepele namun aku rasa semua cewek punya lah entah sedikit atau banyak. Siapa cewek yang tidak suka boneka, semua cewek pasti suka tapi tidak menutup kemungkinan ada beberapa cewek yang tidak suka. Tapi tidak perlu memperdulikan yang tidak suka karena kita akan membahas cewek yang suka boneka.

Bahkan ini sering digunakan cowok untuk memberi hadiah pada si cewek. Senjata ampun yang sulit ditolak oleh para cewek. Dan akan lebih ampu lagi kalau itu boneka yang sangat besar. Lumayan lah bisa buat teman tidur.
Tahu gak si boneka lebih sering nemenin kamu daripada pacarmu. Meski kadang kamu menyia-nyiakannya karena terlalu banyak. Dan si boneka masih setia menemanimu. Bahkan ketika kamu putus dengan si pemberi boneka, biasanya yang masih tidak rela akan menangis dan mukul-mukul apalah atau melampiaskan pada boneka. Karena beranggapan si boneka adalah pacar yang barusan mutusin kita...

Tapi pada akhirnya kita peluk-peluk boneka itu sampai ketiduran. Hemmm benar-benar si boneka adalah yang paling setia ya. Makanya kalau punya banyak boneka dirawat juga ya.

Let's eat and don't be sad...bye

Pilih janji sama sahabat atau sang pacar ?

Pilih janji sama sahabat atau sang pacar ?
Shinju telah kembali dengan keadaan yang sehat namun sedang bosan. Hal tidak baik telah terjadi di sini, dunia antah bratah. Siapa yang suka bikin janji-janji. Ups hati-hati ya sama yang namanya janji-janji. Biasanya kita suka seenaknya "iya iya" dan lupa kalau kita banyak janji di belakang. Misal janji sama sahabat baik dan sang pacar. Nah lho? Jam yang sama dan hari yang sama.

Kalau udah begini sebagai orang yang bijak mau pilih yang mana? Keduanya sama-sama penting lagi. Tidak mungkin membatalkan salah satu. Namun biasanya kita akan memilih membatalkan sohib kita? Hayo ngaku. Sungguh disayangkan hal seperti ini telah terjadi. Seorang sahabat hanya akan menjadi nomor satu ketika sahabatnya itu jomblo. Nah kalau uda punya kekasih ya jadi nomor belakangan. Yang penting sekarang ada sang pacar. Lalu kalau terjadi yang namanya putus, baru deh ingat sama sahabat.

Yah untuk para sahabat yang setia bersabarlah jika kalian punya sahabat seperti yang diatas. Karena sahabat kadang bisa demikian juga. 

So, life must go on.

Ibu tempat curhatku

Ibu tempat curhatku
Namaku Shinju dan kalian sudah tahu itu bukan? Kali ini aku ingin mengungkapkan betapa seorang ibu sangat berharga bagiku dan bagi kalian semua tentunya.

Para remaja biasanya suka yang namanya "curhat" ya kan? Siapa yang biasanya kalian ajak curhat atau menjadi tempat curhat?

  1. Sahabat
  2. Pacar
  3. Kakak atau adik
  4. Ibu
Ibu, mengapa ibu ada diurutan terakhir? Banyak remaja yang memilih sahabat sebagai tempat curhatnya.Padahal belum tentu sahabatmu itu tidak ember dan malah menyebarkannya kemana-mana. Kedua ada yang memilih pacar, belum tentu pacarmu punya solusi yang kamu mau. Kakak atau adik, intinya saudaralah. Ini bagus juga karena mereka adalah saudaramu yang tumbuh besar denganmu dan mengenalmu. Dan seorang kakak yang lebih dewasa bisa memberi petuah-petuah yang bagus untukmu.

Namun kenapa Ibu ada di urutan paling akhir? Padahal jika kamu tahu bahwa Ibu adalah orang yang paling mengenal kita. Ibu yang melahirkan kita. Curhat pada Ibu sangatlah baik, karena ibu sudah dewasa. Beliau sudah pernah menjadi remaja seperti kita. Tahu apa yang dialami putra putrinya karena beliau sudah pernah muda. Tidak akan ember atau malah solusi buntu. Namun terkadang kita terlalu malu atau merasa tidak ingin merepotkan. Padahal seorang Ibu akan malah bahagia jika beliau tahu apa yang sedang dilakukan anaknya. Dan yang paling penting karena Ibu lebih tahu siapa kita.

So make it easy. Mother is number one.

So Simple But Hurt

So Simple But Hurt

Hal yang cowok kira sepele, namun nyatanya menyakitkan bagi seorang cewek. Apa kamu tahu apakah itu? Hal sederhana yang kadang sering tidak dihiraukan para cowok. Yah itu tergantung bagaimana sifat si cowok sih ya. Susahnya kalau kita bertemu dengan cowok yang super cuek pada kekasih hatinya.

Pada dasarnya cewek sangat suka yang namanya sanjungan dan pujian. Apalagi yang menyanjung dan memuji adalah kekasih tercintanya. Namun tidak menutup  kemungkinan ada beberapa cowok yang suka dipuji pula. Bagi seorang cewek mendapat sebuah pujian dan sanjungan adalah nilai plus yang dapat menambah rasa percaya dirinya. Tidak masalah besar kecilnya pujian itu, akan membawa pengaruh yang baik.

Namun karena ada beberapa cowok yang cuek nan acuh maka dia tidak pernah mengatakan hal-hal romantis seperti itu. Dan ini akan membuat cewek sedikit tidak enak hati. Hanya sedikit namun lama-lama menjadi “bukit”. Cewek memang makhluk yang rumit dan penuh dengan teka-teki. Dan sangat suka diperhatikan.


So, jangan terlalu cuek cuek ya...for boy

Sahabat atau Musuh

Sahabat atau Musuh
Halo...namaku Shinju. Aku rasa tidak perlu kuperkenalkan diriku lebih dari ini. Aku hanya ingin kalian tahu bahwa namaku Shinju.

Aku tidak punya sesuatu yang spesial, tapi aku tahu sebuah kata-kata. Dan aku ingin membaginya dengan kalian. Kalian pasti punya sahabat kan? Aku juga punya sahabat dan aku rasa lumayan banyak. Tapi dibalik semua itu tahukah kamu bahwa sahabatmu kadang berubah menjadi musuhmu? Bisa kita katakan musuh dalam selimut. Dia orang yang paling aku percaya, bahkan apapun yang aku alami aku ceritakan padanya. Semua rahasiaku ada padanya wahai sahabatku. Kalian juga demikian bukan?

Nah misal suatu kejadian terjadi, kalian berdua menyukai cowok yang sama. Dan tanpa sepengetahuan kamu, sahabatmu juga menaruh hati padanya. Kamu yang tidak tahu perasaannya, menceritakan segala perasaan sukamu pada sahabatmu. Pasti Sahabatmu akan merasa sebal plus kesal kan? Dari sinilah awal mula semuanya. Sahabatmu adalah musuhmu. Karena dia kesal padamu maka dia menyebarkan keburukanmu, rahasiamu, aibmu dan segala hal memalukan yang pernah kamu ceritakan padanya.

Sahabat kamu sudah tidak ada. Dia adalah musuhmu dan kamu adalah musuhnya. Kadang banyak terjadi kerusakan persahabatan dikarenakan seorang cowok bisa juga seorang cewek. Jadi kusarankan pada kalian yang bersahabat janganlah kamu biarkan persahabatanmu hancur hanya karena hal kecil dan sepele. Karena tidak semua kekasih yang kamu sayangi bisa seperti sahabatmu. So perlakukan sahabatmu dengan baik. Jangan sampai ada sahabat yang jadi musuhmu lagi.....